Jumat, 13 Mei 2016

Kasus kode etik psikologi

Kasus:
Pelanggaran Kode Etik Psikolog Harez Posma, seorang psikolog (konsultan) yang berkedudukan di fakultas psikologi tidak seharusnya melakukan pelanggaran berupa manipulasi data psikologi dan melakukan pencemaran nama baik. Harez Posma melanggar Pasal 31, mengenai peryataan melalui media, dia tidak seharusnya mengumumkan sesuatu yang tidak bisa dipertanggung  jawabkan ke publik yaitu sejumlah individu(lebih dari satu orang) mengalami gangguan jiwa akibat ikut dekon-kompatiologi  vincent liong secara terang-terangan Harez Posma mengakuinya dan mempublikasikan di salah satu mailing list, tanpa rasa bersalah.

Psikologi konseling

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar belakang
Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata).

Teori psikologi belajar

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat meyelesaikan makalah yang sangat sederhana ini. Adapun penyajian materi yang kami sajikan adalah berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap berkualitas.Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan masukan-masukan saran yang sangat berarti bagi kami.
Segala bentuk kritik dan saran yang bersifat membangun, kami terima dengan senang hati demi memperbaiki kekurangan makalah ini.
            Kami berharap dengan adanya makalah ini, bisa bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan yang kita miliki terutama tentang Keberagamaan islam di indonesia. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas segala perhati

Psikologi Perkembangan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dengan “selesainya” masa pubertas (awal), masuklah anak kedalam periode kelanjutannya, yaitu masa pubertas akhir atau adolesen. Untuk merumuskan sebuah definisi yang memadai tentang remaja tidaklah mudah, sebab kapan masa remaja berakhir dan kapan anak remaja tumbuh menjadi seorang dewasa tidak dapat ditetapkan secara pasti. Kesulitan untuk memastikan kapan berakhirnya masa adolesen ini, di antaranya karena adolesen sesungguhnya merupakan suatu ciptaan budaya, yakni suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan terhadap perubahan social yang menyertai perkembangan industri pada anak ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat.