KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas rahmat dan hidayahnya sehingga
kami dapat meyelesaikan makalah yang sangat sederhana ini. Adapun penyajian
materi yang kami sajikan adalah berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap
berkualitas.Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak
membantu dan memberikan masukan-masukan saran yang sangat berarti bagi kami.
Segala bentuk kritik dan saran yang bersifat membangun, kami terima dengan senang hati demi memperbaiki kekurangan makalah ini.
Kami berharap dengan adanya makalah ini, bisa bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan yang kita miliki terutama tentang Keberagamaan islam di indonesia. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas segala perhati
Segala bentuk kritik dan saran yang bersifat membangun, kami terima dengan senang hati demi memperbaiki kekurangan makalah ini.
Kami berharap dengan adanya makalah ini, bisa bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan yang kita miliki terutama tentang Keberagamaan islam di indonesia. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas segala perhati
BAB I
PEMBAHASAN
A. Teori
kohler
Pengalaman sehari-hari dalam pemecahan masalah adakalanya dalam beberapa
waktu lamanya kita tidak berhasil dalam memecahkannya, yang kadang dengan
tiba-tiba nampaklah titik terang pemecahannya, kita mengetahui bagaimana dapat
keluar dari kesukaran yang kita hadapi. Setelah itu penyelesaian yang pernah
kita temukan tersebut dapat mudah kita ulang kembali walaupun situasinya agak
berbeda dengan situasi terdahulu.
Pada dasarnya ada beberapa tata cara atau prosedur yang dapat digunakan
dalam proses pemecahan masalah diantaranya yaitu: Algoritmik, Heuristik,
Analogi, dan Simulasi komputer. Analogi merupakan cara yang sering digunakan
orang, analogi ini dilakukan dengan cara membandingkan pola masalah yang tengah
dihadapi dengan pola masalah serupa yang pernah dialami baik oleh orang yang
bersangkutan maupun yang pernah dialami oleh orang lain. Jadi tidak dapat
disangkal bahwa atas dasar hasil belajar yang telah dicapai melalui proses belajar
yang terdahulu tentu seringkali masih dapat diterapkan pada proses belajar yang
baru.
Sebagaimana penelitian yang pernah dilakukan Kohler dan Koffka pada
simpanse yang diberinya nama Sultan, mereka menemukan tumbuhnya insight pada
Sultan dengan menghadapkannya pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang
terletak di luar kurungan. Pada tahap awal Sultan memecahkan masalahnya melalui
metode algoritmik dalam problem solving yaitu trial and error secara buta. Dari
proses coba dan salah itu kemudian Sultan menemukan suatu pemecahan masalah
yang disebut aha-erlibnis untuk mendapatkan pisang yang ada di luar kurungan
yaitu dengan menggabungkan dua buah tongkat yang memang telah dikondisikan oleh
peneliti. Setelah memperoleh insight ini Sultan bisa dengan langsung dapat
mengambil pisang yang ada di luar kurungan sesuai pengalaman yang telah
diperoleh sebelumnya.
Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan
bahasan pada masalah konfigurasi, struktur dan pemetaan dalam pengalaman, yaitu
pengalaman berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan (gestalt). Jadi
salah satu ciri-ciri penemuan penyelesaian masalah melalui insight learning
dalam penelitian Kohler dan Koffka adalah bila penyesuaian itu telah ditemukan,
maka simpanse itu dengan mudah dapat mengulanginya, juga bila situasinya tidak
persis seperti yang sebelumnya. Hal ini juga memiliki kesamaan cara pemecahan
masalah berdasarkan pendekatan analogi yaitu cara membandingkan pola masalah
yang tengah dihadapi dengan pola masalah serupa yang pernah dialami.
B.
Teori Piaget
Ahli biolog, psikolog, epistemologis swiss, jean piaget (1896-1980)
merumuskan teori perkembangan kognitif di mana perkembangan merupakan interaksi
kreatif dan berkelanjutan antara anak dan lingkungan, dan dimana kegiatan tubuh
dan sensori anak berkontribusi dalam perkembangan intelegensi dan keahlian
berfikir. Menurut piaget, empat tahapan utama dan berbeda terjadi secara
berurutan dalam perkembangan di mana tiap anak harus melewati keempat tahap
tersebut. Namun tahapan-tahapan ini bukan sesuatu yang kaku dalam rangkaian
waktu, melainkan dapat tumpang tindih dan usia hanya perkiraan yang menentukan
kemunculan tahapan yang terjadi. Tahap piaget 1) tahapan sensori motor dari
kelahiran sampai kira-kira dua tahun, anak pada tahap ini belajar menggunakan
tubuhnya dan semua pengalaman di peroleh secara langsung melalui indra di mana
stimulus sensori cukup penting dalam mengembangkan kemampuan anak, istilah
intelegensi praktis digunakan untuk menggambarkan prilaku tahap ini, dimana
anak belajar untuk bertindak di dunia tanpa memikirkan tentang apa yang tejadi
2) tahap properasional terjadi mulai usia 2-7 tahun selama periode sebelum
sekolah ketika anak mulai menggunakan kata-kata mulai dari kalimat dengan satu
atau dua kata pada usia dua ke kalimat dengan 8-10 kata pada usia lima tahun
dan dapat memahami bahwa objek dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat
lain dan mempertahankan keberadaan bahkan ketika anak tidak menerima pergerakan
objek, pemahaman lebih lengkap tentang kepermanenan objek tejadi selama periode
ini dimana pemikiran anak berdasar image, meningkat dan berkembang dengan
kapasitas yang di sebut representasi, dengan representasi anak dapat berfikir
tentang beberapa tindakan yang tidak di lakukan, dapat berfikir tentang
kejadian yang sesungguhnya tidak terjadi, dan dapat memikirkan objek ketika
objek itu tidak ada 3) tahap operasi konkret muncul sekitar 7-11 tahun selama
usia sekolah anak di mana anak melanjutkat menggunakan pemikiran “intuitif”
yang menjadi ciri periode preoperasional selama tahap ini anak juga mulai
mengembangkan pemahaman “oprasi konkret”
seperti percakapan tentang liquid dan penambahan dan perkalian dari kelas objek
dimana dia mengadakan transformasi secara mental tanpa mengadakannya secara
fisik. 4) tahap operasional formal terjadi sekitar usia 11-15 tahun mulai
remaja dan lanjut berkembang sampai kedewasaan, individu pada tahap ini dapat
berfikir dalam cara hipotesis dan mengadakan tes sistematis terhadap berbagai
kemungkinan penjelasan suatu fenomena atau kejadian khusus, pola berpikir
rasional sekarang berkembang di mana makna simbolis dipahami, dan adanya
strategi mental abstrak.
Menurut piaget intelegensi anak dan pemahaman atas kejadian tampaknya di
konstruksi sebagai hasil dari pertemuan anak dan lingkungannya dimana dia
merasakan deskrepansi antara apa yang telah dia pahami dan apa yang dipresentasikan
oleh lingkungan kepadanya. Piaget menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, dan
ekuilibrem dalam pembahasanya.
1. Skema
istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat
menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan
untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan.
Skema adalah struktur kognitif yang digunakan oleh manusia untuk
mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan ini secara
intelektual.
Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan
akomodasi
2. Asimilasi
asimilasi itu suatu proses
kognitif, dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau
stimulus ke dalam skema yan ada atau tingkah laku yang ada. Asimilasi
berlangsung setiap saat. Seseorang tidak hanya memperoses satu stimulis saja,
melainkan memproses banyak stimulus. Secara teoritis, asimilasi tidak
menghasilkan perubahan skemata, tetapi asimilasi mempnagruhi pertumbuhan
skemata. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses kognitif, denga
proses itu individu secara kognitif megadaptsi diri terhadap lingkungan dan
menata lingkungan itu.
3. Akomodasi
Akomodasi dapat diartikan sebagai
penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Asimilasi dan akomodasi
terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri
dengan lingkungannya. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann
kognitif. Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan disebut oleh
Piaget adalah keseimbangan.
4. ekuilibirum digunakan piaget
untuk meringkas efek gabungan asimilasi dan akomodasi
BAB II
KESIMPULAN
A.
teori kohler pada dasarnya ada beberapa
tata cara atau prosedur yang dapat digunakan dalam proses pemecahan masalah
diantaranya yaitu: Algoritmik, Heuristik, Analogi, dan Simulasi komputer.
Analogi merupakan cara yang sering digunakan orang, analogi ini dilakukan
dengan cara membandingkan pola masalah yang tengah dihadapi dengan pola masalah
serupa yang pernah dialami baik oleh orang yang bersangkutan maupun yang pernah
dialami oleh orang lain. Jadi tidak dapat disangkal bahwa atas dasar hasil
belajar yang telah dicapai melalui proses belajar yang terdahulu tentu
seringkali masih dapat diterapkan pada proses belajar yang baru.
B.
Ahli biolog, psikolog, epistemologis
swiss, jean piaget (1896-1980) merumuskan teori perkembangan kognitif di mana
perkembangan merupakan interaksi kreatif dan berkelanjutan antara anak dan
lingkungan, dan dimana kegiatan tubuh dan sensori anak berkontribusi dalam
perkembangan intelegensi dan keahlian berfikir. Menurut piaget intelegensi anak
dan pemahaman atas kejadian tampaknya di konstruksi sebagai hasil dari
pertemuan anak dan lingkungannya dimana dia merasakan deskrepansi antara apa
yang telah dia pahami dan apa yang dipresentasikan oleh lingkungan kepadanya.
Piaget menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrem dalam
pembahasanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar